Faisal Basri Sebut Sri Mulyani Tak Ingin Anggaran Bansos Dinaikkan, Kenapa?

Jante Media, Jakarta – Kepala Ekonom Universitas Indonesia dan Pendiri Institute for Economic and Financial Development (Indef) Faisal Basri menjawab pertanyaan soal kenaikan bantuan keuangan atau bansos menjelang pemilu 2024. Ia mengungkapkan, Menteri Keuangan Sri Mulyani tak mau menambah anggaran bansos.

Faisal Barri menjelaskan anggaran lain harus dipangkas untuk menambah anggaran bansos. Namun sayangnya, sebagian besar anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyetujui kebijakan tersebut.

“Jadi ini membenarkan semua tindakan keras ini.” Saya dengar ibu Sri Mulyani tidak mau,” kata Faisal Basri di Jakarta Selatan, Senin, 5 Februari 2024.

Anggaran bansos dalam APBN 2024 mencapai Rp496 triliun, atau meningkat Rp20 triliun dari anggaran bansos tahun 2023 sebesar Rp476 triliun. Penambahan anggaran dapat dilakukan melalui sistem persetujuan DPR. Namun, Faisal Basri menilai proses peningkatan anggaran bansos salah secara moral. Kebijakan tersebut disetujui karena 82 persen anggota DPR mendukung Presiden Joko Widodo.

Penambangan anggaran bansos ini dilakukan sesuai dengan kebijakan penyesuaian otomatis anggaran APBN 2024. Pemerintah memutuskan membekukan anggaran sebesar Rp 50,14 triliun. Untuk itu, setiap kementerian/lembaga harus menyumbangkan 5 persen dari total anggaran sebagai dana cadangan.

Ia justru menyebut Sri Mulyani enggan menerapkan kebijakan tersebut. Faisal meyakini kebijakan tersebut merupakan keinginan Presiden Joko Widodo alias Jokowi. Oleh karena itu, dia menilai Presiden bisa meminta langsung para menterinya untuk memotong anggaran. “Jangan kambing hitamkan Sri Mulyani. Apakah Sri Mulyani benar-benar punya kuasa untuk memotong anggaran? Saya tidak punya kuasa,” ujarnya.

Sebelumnya, dia mengatakan bansos merupakan program yang dianggarkan dalam APBN. “APBN itu undang-undang. UU APBN itu dibahas bersama seluruh parpol, fraksi di DPR, dan setelah jadi undang-undang menjadi kekuasaan negara bersama,” kata Sri Mulyani.

Ia juga menegaskan, pelaksanaan anggaran bansos akan terus dikawal. Sri Mulyani juga menegaskan, penerapan anggaran ini akan terus disesuaikan dengan perkembangan situasi saat ini.

Putri RIANI SANUSI | DI ANTARA

Pilihan Redaksi: Terbaru: Anies Kritik Revolusi Spiritual Jokowi Kalah Jauh, Ahok Minta Bansos Bak Zaman Kerajaan

Watchdoc merilis film dokumenter Dirty Vote tiga hari sebelum pemilu 2024. Watchdog merilis film Sexy Killer sebelum pemilu 2019. Baca selengkapnya

Polda Metro Jaya memberikan waktu pengiriman Surat Izin Mengemudi (SIM) yang habis masa berlakunya 14 Februari 2024. Baca selengkapnya

Film Dirty Vote berdurasi 24 jam melihat bukti-bukti kecurangan pemilu 2024. Beragam reaksi langsung diterima, termasuk dari Bawaslu dan Timses. Baca selengkapnya

Yuki Wardhana berpendapat bahwa peserta pemilu yang menampilkan alat peraga kampanye bertanggung jawab atas pengolahan akhir sampahnya. Baca selengkapnya

Film Suara Kotor Bongkar Politik Tong Babi Presiden Jokowi, TKN Prabowo-Gibran Tantang Bukti Kecurangan Pemilu. Baca selengkapnya

Untuk memeriahkan pemilu 2024, Anda bisa menggunakan kembaran pemilu dengan desain berbeda. Berikut link twibbon Pemilu 2024. Baca selengkapnya

Mahasiswa di Bandung mengkritik kepemimpinan Presiden Joko Widodo alias Jokowi terkait pemilu dan bansos. Baca selengkapnya

Polri bersama TNI dan seluruh elemen bangsa siap menjaga keamanan proses pemilu hingga selesai. Baca selengkapnya

Bawaslu Walikota Tangsel meyakinkan bahwa APK yang diunduh akan segera dihapus untuk menghindari penumpukan. Baca selengkapnya

Direktur Utama Bulog Bayu Krisnamurthi mengatakan Bulog telah menyalurkan 185 ribu ton beras untuk bansos sejak awal tahun 2024. Baca selengkapnya