Obligasi Syariah Mampu Dorong Sektor Riil

Jante Media, JAKARTA – Karena merupakan negara dengan mayoritas umat Islam di dunia, maka tidak berlebihan jika Indonesia memiliki kekuatan besar dalam perekonomian syariah.

Persyaratan tersebut juga mendukung komitmen pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat keuangan syariah pada tahun 2024.

Baca juga: Sebagai Negara Paling Liberal di Dunia, Indonesia Berpotensi Menjadi Pusat Keuangan Syariah

Oleh karena itu kami mengangkat topik seminar Syariah 2024 berdasarkan analisis ekonomi syariah yang diprediksi akan meningkat, kata Davy Tenti Septi Artiani, pendiri Kelompok Pendengar, Pembaca, dan Pemikir Notaris (Kelompenkapir) dalam bukunya. pos. Itu dilakukan pada hari Sabtu.” (3/2).

Seminar hukum bertajuk ‘Bantuan Finansial Melalui Penerbitan Obligasi Prinsip Syariah Dalam Rangka Pembangunan Ekonomi Sektor Riil’ diselenggarakan dalam rangka HUT Kelompenkapir ke-4.

Baca Juga: ISEF ke-10 Dorong Generasi Milenial Masuk Pasar Keuangan Syariah Global

Bersamaan dengan itu juga diluncurkan buku kedua berjudul ‘Kapita Selecta Hukum dan Notaris’ yang berisi tulisan 11 anggota Kelompenkapir.

“Kami telah melakukan 48 diskusi rutin selama empat tahun dengan topik berbeda dan sumber berbeda,” tambahnya.

Baca Juga: BUMA Rampungkan Penerbitan Obligasi I Tahun 2023

Tujuannya selalu untuk memperbaharui pengetahuan, menambah pengetahuan dan meningkatkan soft skill Notaris sebagai pejabat publik dan juga untuk memperluas kebijakan pemerintah agar dapat menjangkau masyarakat.

Kahyo Rhadian Muzar, Direktur Jenderal Administrasi Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI menilai topik seminar menarik karena terkait dengan upaya pemulihan perekonomian pasca bencana Covid-19.

Menurutnya, obligasi menjadi pilihan bagi investor yang ingin berinvestasi sesuai syariat Islam.

Obligasi merupakan salah satu pilihan dimana investor dapat memilih return yang lebih menarik dibandingkan dengan bunga deposito, dimana investor menginginkan investasi yang sesuai dengan hukum Islam atau Syariah.

Terkait jumlah penduduk muslim di Indonesia, Kahyo mengatakan Indonesia mempunyai potensi besar untuk menjadi pemimpin keuangan syariah di dunia.

Pasalnya, Indonesia memiliki jumlah umat Islam terbesar di dunia, yakni 240,62 juta jiwa atau 86,7 persen dari seluruh penduduk nasional pada tahun 2023.

“Jadi kalau melihat perbandingan umat Islam yang tinggal di Timur Tengah jumlahnya banyak, kita perlu melengkapi sistem syariah di Indonesia,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Indonesia Bambang Sosetyo mengucapkan selamat ulang tahun kepada Kelompenkapir yang ke-4.

Bamsot menilai kelompok diskusi ini telah memberikan kontribusi yang besar bagi masyarakat meski masih sangat kecil.

Hadirnya forum diskusi seperti Kelompenkapir akan menjadi ruang haus ilmu pengetahuan masyarakat meskipun kelompok diskusi ini masih sangat muda atau baru berusia 4 tahun.

“Saya yakin dan yakin banyak ide yang ditambahkan,” ujarnya.

Bamsoet menjelaskan, pembiayaan melalui obligasi syariah dapat merangsang kegiatan perekonomian di sektor riil karena merupakan investasi yang dapat meningkatkan kapasitas produksi dan menciptakan lapangan kerja.

Hal ini juga memberikan kontribusi yang signifikan sebagai sumber pendapatan daerah melalui pajak dan bea, serta mendukung transisi perekonomian yang sehat dan berkelanjutan.

Pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menggunakan jasa keuangan berbasis syariah karena masih sangat rendah. Di sisi lain, lanjutnya, kualitas layanan dan pemanfaatan akses keuangan syariah masih perlu ditingkatkan.

“Jika kita mampu memanfaatkan peluang yang serba cepat ini, bukan tidak mungkin Indonesia bisa menjadi pusat pengembangan keuangan syariah di tingkat regional bahkan global,” tutupnya. (esy/jpnn)